Di sisi lain, nelayan tradisional juga diminta tidak memaksakan aktivitas melaut apabila kondisi angin mengalami peningkatan mendadak.

BMKG mengingatkan bahwa hembusan angin kencang atau gust dapat muncul sewaktu-waktu dan memicu perubahan tinggi gelombang dalam waktu singkat.

Pengamat maritim di Labuan Bajo menilai pola cuaca peralihan saat ini membuat kondisi laut lebih dinamis dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Karena itu, koordinasi antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan BMKG dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut.

Prakiraan cuaca maritim terbaru BMKG juga menjadi acuan penting menjelang meningkatnya kunjungan wisata pertengahan tahun di Labuan Bajo.

Aktivitas wisata laut diperkirakan akan terus meningkat seiring masuknya musim liburan dan bertambahnya kapal wisata yang beroperasi di kawasan Taman Nasional Komodo.**