“Gelombang memang masih dalam kategori rendah hingga sedang di Labuan Bajo, tetapi perubahan kecepatan angin dan arus laut dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada siang hingga malam hari,” demikian imbauan BMKG dalam rilis prakiraan cuaca maritim tersebut, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Perairan Taman Nasional Komodo. Pada 13 Mei, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,9 hingga 1,2 meter. Kondisi serupa masih berlangsung pada 14 Mei, namun pada 15 Mei tinggi gelombang diprediksi meningkat hingga 1,2 sampai 1,6 meter.

Kenaikan gelombang ini dinilai penting diwaspadai mengingat kawasan Taman Nasional Komodo merupakan jalur utama kapal wisata menuju Pulau Padar, Loh Liang, Pink Beach, hingga sejumlah titik diving internasional.

BMKG menegaskan bahwa karakteristik perairan kepulauan di kawasan Komodo memiliki arus yang cukup kuat dan dapat berubah cepat akibat pengaruh pasang surut.

“Para nakhoda dan nelayan dihimbau memperhatikan jadwal pasang surut karena dapat menyebabkan perubahan kecepatan dan arah arus secara mendadak yang berisiko mempengaruhi stabilitas kapal,” tulis BMKG.