LABUANBAJOVOICE.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menghadapi tekanan berat akibat kelangkaan gas elpiji (LPG) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi ini diperparah oleh lonjakan harga di tingkat pengecer, sehingga mengganggu operasional hingga memaksa sebagian pelaku usaha menghentikan produksi.
Ade Irma, pelaku UMKM dari Dapur Dite, menggambarkan dua minggu terakhir sebagai masa penuh ketidakpastian bagi pelaku usaha kuliner.
“Gas LPG tiba-tiba menghilang dari pasaran. Distributor dan kios yang biasa menjual, semuanya mengatakan kosong. Ini kota pariwisata, tapi gas, BBM, dan minyak tanah justru langka dan mahal,” tegas Ade Irma, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai kondisi ini ironis di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Tingkat hunian hotel meningkat, wisatawan membludak, tapi gas kosong—ini sangat ironis. Kami pelaku UMKM yang paling merasakan dampaknya. Apa kabar produksi?” tambahnya.
Dampak kelangkaan gas mulai terasa langsung di lapangan. Agus Pukan, pelaku usaha Kopi Tuk, mengaku terpaksa menghentikan produksi sementara waktu.






Tinggalkan Balasan