LABUANBAJOVOICE.COM — Kehidupan masyarakat pesisir di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggara Barat (Pulau Flores), selama ini sangat bergantung pada hasil laut. Melaut bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup.

Namun keterbatasan sarana, infrastruktur, dan akses pasar membuat potensi perikanan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Desa Warloka Pesisir dikenal memiliki potensi besar sebagai kampung nelayan. Lokasinya yang hanya sekitar 20 kilometer atau 45 menit dari Labuan Bajo menjadikannya strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata sekaligus kampung nelayan modern melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Infrastruktur dasar berupa dermaga pun kini telah rampung dibangun.

Baca Juga:Ultimum Remedium

Dalam konteks itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan intervensi melalui program Desa Binaan bertajuk Kampung Nelayan BSI Warloka.

Program ini tidak berhenti pada bantuan fisik, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, pelatihan, hingga penguatan koperasi nelayan.