Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan dari desa dan penguatan ekonomi rakyat.
“Pemerintah sendiri telah mencanangkan untuk membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2026. Sebagai bagian dari bank pemerintah, BSI bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan ekonomi desa,” jelasnya.
Sejak digagas, BSI terus memperluas jangkauan program Desa BSI. Pada 2025, tiga desa baru dibuka di Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Secara keseluruhan, hingga kini BSI telah membina 20 desa dengan 7.853 penerima manfaat di 14 provinsi.
Kampung Nelayan Warloka menjadi desa binaan ke-21 dari total 23 desa yang dibangun sejak merger BSI.
Anggoro mengungkapkan, program di Warloka menyasar langsung masyarakat nelayan.
“Khusus untuk Warloka, BSI memberikan 19 perahu kepada sekitar 143 kepala keluarga. Warloka sendiri dihuni sekitar 300 kepala keluarga dengan sekitar seribu jiwa,” ungkap Anggoro.
Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Perahu nelayan dilengkapi panel surya untuk penerangan, demikian pula fasilitas cold storage yang dioperasikan menggunakan energi listrik berbasis solar panel.






Tinggalkan Balasan