LABUANBAJOVOICE.COM — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), terus memperkuat pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan melalui implementasi sistem pengelolaan limbah terpadu dan utilitas terintegrasi di kawasan The Nusa Dua.
Komitmen tersebut mendapat perhatian dari Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa, 5 Mei 2026, untuk meninjau langsung penerapan sistem pengelolaan lingkungan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di kawasan wisata internasional tersebut.
Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973, The Nusa Dua kini menjadi salah satu model pengembangan kawasan wisata berkelanjutan nasional.
Kawasan seluas 350 hektar itu menaungi lebih dari 20 hotel internasional dengan sekitar 5.000 kamar, menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja, dan melayani sekitar 3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan pengembangan kawasan wisata masa depan harus ditopang oleh infrastruktur hijau dan sistem utilitas yang berkelanjutan.






Tinggalkan Balasan