“The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujarnya.
Dalam pengelolaan kawasan, ITDC melalui ITDC NU mengembangkan berbagai utilitas strategis, mulai dari pengolahan air bersih berbasis Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, hingga distribusi Liquefied Natural Gas (LNG).
Sementara pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas komposting kawasan dikelola Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua melalui pendekatan Integrated Waste Management System.
Saat ini, produksi sampah di kawasan The Nusa Dua mencapai sekitar 32,3 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 70,5 persen merupakan sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos.
Secara keseluruhan, sekitar 95 persen sampah kawasan telah dikelola secara sistematis melalui pendekatan circular economy.






Tinggalkan Balasan