Implementasi circular water system di kawasan tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen. Seluruh kebutuhan irigasi kawasan juga berasal dari air daur ulang hasil pengolahan limbah.
Di sektor energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG turut mendukung operasional rendah karbon dengan kontribusi penurunan emisi sebesar 12 persen.
Selain itu, sekitar 25 persen pasokan listrik untuk operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan sehingga mampu menghasilkan reduksi emisi hingga sekitar 984 ton CO₂ per tahun.
ITDC menyatakan terus memperkuat positioning kawasan melalui penerapan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya air.
Menurut Ahmad Fajar, kunjungan kerja Komisi VII DPR RI diharapkan memperkuat dukungan terhadap pengembangan model kawasan wisata berkelanjutan di Indonesia.
“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau,” tutup Fajar.**






Tinggalkan Balasan