Sampah organik dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lanskap kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang maupun dimanfaatkan menjadi material bernilai ekonomi.

Melalui sistem tersebut, ITDC membangun ekosistem pengelolaan limbah yang mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus mendukung operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, kawasan The Nusa Dua juga menerapkan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system.

Sistem ini mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai model yang diterapkan ITDC layak direplikasi di berbagai destinasi wisata nasional, terutama wilayah kepulauan dan wisata bahari.

“Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” ucapnya.