BEMA 2026 sendiri mengacu pada konsep Entrepreneurial Marketing yang dikembangkan pakar pemasaran dunia Philip Kotler bersama Hermawan Kartajaya.
Penilaian dilakukan terhadap kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi pemasaran, memperkuat brand image, customer engagement, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan industri dan perilaku pasar.
“Penghargaan ini menjadi komitmen ITDC untuk terus memperkuat pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata, yang tidak hanya unggul sebagai destinasi, tapi juga mampu menghadirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, daerah, serta industri pariwisata nasional,” kata Fajar.
Ke depan, ITDC menargetkan penguatan berbagai inovasi dan aktivasi strategis guna memperkuat posisi kawasan wisata yang dikelolanya sebagai destinasi kelas dunia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional berbasis keberlanjutan.**






Tinggalkan Balasan