LABUANBAJOVOICE.COM — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih dua penghargaan dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 yang digelar oleh MarkPlus Inc di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Key Elements of Marketing dan Tech Marketing, yang dinilai menjadi bukti transformasi strategi pemasaran dan pengembangan ekosistem destinasi wisata yang dilakukan ITDC di sejumlah kawasan unggulan nasional.

Ajang penghargaan yang berlangsung pada 6 Mei 2026 itu menyoroti kemampuan perusahaan BUMN dan anak usahanya dalam membangun inovasi pemasaran, memperkuat keterlibatan pelanggan, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan industri.

Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan arah pemasaran pariwisata saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada promosi destinasi semata, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman wisata yang bernilai dan berkelanjutan.

“Sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, ITDC terus memperkuat kualitas dan daya saing destinasi melalui pengembangan ekosistem pariwisata yang terhubung dengan berbagai aktivasi strategis di setiap kawasan,” ujar Ahmad Fajar, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut dia, strategi pemasaran yang dijalankan ITDC tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, serta menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

ITDC saat ini mengembangkan tiga kawasan utama, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.

Dalam beberapa tahun terakhir, The Mandalika berkembang menjadi salah satu pusat sport tourism nasional melalui berbagai event internasional seperti MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, hingga Pocari Sweat Run.

Menurut Fajar, penyelenggaraan berbagai ajang tersebut tidak hanya memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat dalam peta pariwisata internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Sejumlah event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Selain sport tourism, ITDC juga memperkuat sektor hospitality dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di kawasan The Nusa Dua.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan forum internasional, konferensi global, hingga event olahraga dan wellness tourism.

Didukung hotel dan resort internasional, convention center berstandar global, serta pengembangan kawasan hijau, The Nusa Dua diproyeksikan tetap menjadi salah satu wajah utama pariwisata premium Indonesia.

Sementara itu, kawasan Labuan Bajo melalui pengembangan The Golo Mori diarahkan menjadi destinasi ecotourism dan marine-based tourism yang menitikberatkan keberlanjutan lingkungan dan kekuatan lanskap alam autentik Flores.

Digital Engagement dan Pariwisata Berkelanjutan
Penghargaan kategori Tech Marketing yang diterima ITDC juga menunjukkan perubahan strategi promosi wisata yang kini semakin berbasis teknologi digital dan keterlibatan publik.

Transformasi digital dalam sektor pariwisata dinilai menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan perilaku wisatawan global yang kini lebih banyak mengakses informasi, reservasi, hingga pengalaman wisata melalui platform digital.

BEMA 2026 sendiri mengacu pada konsep Entrepreneurial Marketing yang dikembangkan pakar pemasaran dunia Philip Kotler bersama Hermawan Kartajaya.

Penilaian dilakukan terhadap kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi pemasaran, memperkuat brand image, customer engagement, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan industri dan perilaku pasar.

“Penghargaan ini menjadi komitmen ITDC untuk terus memperkuat pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata, yang tidak hanya unggul sebagai destinasi, tapi juga mampu menghadirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, daerah, serta industri pariwisata nasional,” kata Fajar.

Ke depan, ITDC menargetkan penguatan berbagai inovasi dan aktivasi strategis guna memperkuat posisi kawasan wisata yang dikelolanya sebagai destinasi kelas dunia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional berbasis keberlanjutan.**