Menurut dia, strategi pemasaran yang dijalankan ITDC tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, serta menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
ITDC saat ini mengembangkan tiga kawasan utama, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.
Dalam beberapa tahun terakhir, The Mandalika berkembang menjadi salah satu pusat sport tourism nasional melalui berbagai event internasional seperti MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, hingga Pocari Sweat Run.
Menurut Fajar, penyelenggaraan berbagai ajang tersebut tidak hanya memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat dalam peta pariwisata internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Sejumlah event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” katanya.






Tinggalkan Balasan