Konten film yang menyentuh isu lingkungan, hak masyarakat adat, dan pembangunan nasional membuat diskusi mengenai film tersebut berkembang luas di ruang publik.

Di media sosial, sebagian kalangan menilai film itu sebagai bentuk kritik sosial dan dokumentasi kondisi lapangan, sementara pihak lain menganggap pemutarannya berpotensi memicu polemik baru.

Sejumlah aktivis kebebasan berekspresi menilai pemutaran film dokumenter merupakan bagian dari ruang diskusi publik yang seharusnya tetap dijaga dalam koridor hukum.

Namun di sisi lain, aparat keamanan di beberapa daerah disebut mengambil langkah preventif dengan alasan menjaga stabilitas dan ketertiban umum.

Di Labuan Bajo sendiri, hingga kini sudah berlangsung dua kali kegiatan nobar film dokumenter Pesta Babi.**