“Dinas pariwisata (melalui Setber para pelaku pariwisata) akan melakukan pertemuan membahas/membicarakan berbagai hal-hal aktual terkait pariwisata di Mabar,” ujar dr. Weng, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan tersebut disebut menjadi langkah awal evaluasi terhadap tata kelola industri wisata, khususnya menyusul kasus dugaan penggelapan dana wisatawan oleh agen travel lokal yang memicu perhatian publik.

Selain itu, dr. Weng juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Manggarai Barat yang bergerak cepat menangani perkara tersebut.

“Apresiasi kepada pihak Polres yang bertindak cepat menangani kasus ini. Harapannya kepada para Travel Agent agar bekerja profesional, transparan sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pelaku wisata di Labuan Bajo agar menjaga kepercayaan wisatawan yang datang dari berbagai negara.

“Kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita khususnya para travel agent. Kewajiban kita bersama untuk menciptakan kondisi yang kondusif, aman, nyaman, tentram dan selamat bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo,” ujarnya.