Ia menegaskan Pulau Kelor seharusnya diperlakukan sebagai destinasi unggulan yang dirawat secara serius demi menjaga citra Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.
“Destinasi Pulau Kelor harus diurus seperti anak gadis cantik yang baru naik daun diperlakukan seperti putri raja agar keindahannya tidak pudar,” ucap Nurhayati.
Ia juga menyoroti minimnya fasilitas umum seperti toilet, ruang ganti, dan air bersih yang selama ini menjadi keluhan wisatawan usai melakukan trekking di Pulau Kelor.
“Harus ada toilet, harus ada ruang ganti, harus ada air bersih agar tamu-tamu merasa betah dan juga tidak keberatan mengeluarkan uang untuk tiket kunjungan karena ada fasilitas dasar yang mereka bisa dapatkan di Pulau Kelor. Selama ini sangat miris ketika tamu turun dari trekking biasanya selalu tanya toilet dan air bersih tapi tidak tersedia di sini,” katanya.
Nurhayati berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat lebih terbuka menerima masukan masyarakat dan pelaku wisata demi meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.






Tinggalkan Balasan