“Bayangkan 2.500 pengunjung setiap hari dikali Rp50 ribu berarti Rp125 juta PAD terkumpul setiap harinya dari satu destinasi Pulau Kelor saja. Tentu akan naik di angka miliaran rupiah per tahun,” katanya.

Ia menilai Pulau Kelor memiliki kelas destinasi yang sama dengan objek wisata di dalam kawasan Taman Nasional Komodo karena dipasarkan dalam satu paket perjalanan wisata kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam praktiknya, paket live on board selama dua hari satu malam maupun tiga hari dua malam rata-rata menawarkan enam hingga tujuh destinasi, yakni Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo, Taka Makassar, Manta Point, Pulau Kelor, dan Pulau Kalong. Hal serupa juga berlaku pada paket tur harian menggunakan speedboat.

“Dari enam sampai tujuh destinasi itu, Kelor satu-satunya destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo tapi kelasnya sama karena dijual satu paket,” ujarnya.

Selain menyoroti tiket masuk, Nurhayati juga mengkritik kondisi fasilitas dasar di Pulau Kelor yang dinilai belum layak sebagai destinasi premium internasional.