Ia menjelaskan, Pulau Kelor saat ini menjadi salah satu destinasi utama dalam paket wisata Labuan Bajo, baik untuk perjalanan live on board maupun tur harian menggunakan speedboat.

Dalam satu paket perjalanan wisata, Pulau Kelor disejajarkan dengan destinasi premium di kawasan Taman Nasional Komodo seperti Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach, Taka Makassar, hingga Manta Point.

Namun ironisnya, kata dia, pengelolaan destinasi tersebut dinilai masih sangat minim dan belum mampu menghasilkan PAD secara maksimal bagi pemerintah daerah.

“Sekitar 2.500 wisatawan mancanegara dan wisatawan dalam negeri yang berkunjung ke Pulau Kelor setiap harinya namun tidak ada petugas yang jaga tiket masuk di pulau ini secara rutin, hasil pantauan kami petugas hanya datang sesekali saja,” ujarnya.

Menurut Nurhayati, kondisi itu menyebabkan potensi pendapatan daerah miliaran rupiah hilang setiap tahun.

Ia menghitung apabila setiap wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp50 ribu, maka dari Pulau Kelor saja pemerintah daerah berpotensi memperoleh sekitar Rp125 juta per hari.