LABUANBAJOVOICE.COM — Pelaku pariwisata Labuan Bajo, Nurhayati Alwi, menilai kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat bukan hanya berasal dari kapal wisata yang tidak taat pajak, tetapi juga dari buruknya pengelolaan destinasi wisata Pulau Kelor yang setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan.
Pernyataan itu disampaikan Nurhayati menyusul kritik anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi Gerindra, Dr. Kanisius Jehabut, yang sebelumnya mengungkapkan bahwa dari sekitar 812 kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo, hanya 224 kapal yang tercatat taat membayar pajak daerah, sementara ratusan lainnya belum memberikan kontribusi maksimal kepada daerah.
Menurut Nurhayati, persoalan kebocoran PAD di sektor pariwisata jauh lebih luas dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius.
“Kata Pak Dewan ada 800 lebih kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo tapi kok tidak kelihatan PAD untuk Manggarai Barat dari sektor ini. Sebagaimana yang pernah saya soundingkan kepada bapak dewan dan dinas pariwisata tahun lalu bahwa bukan satu atau dua item saja sumber PAD yang dibiarkan mengalir terbuang percuma selama ini tapi banyak. Salah satunya adalah pembiaran dan tidak dikelola dengan baiknya destinasi Pulau Kelor,” kata Nurhayati kepada media, Senin, 11 Mei 2026.






Tinggalkan Balasan