Selain itu, fasilitas pendukung ekowisata seperti dermaga, jalur trekking, dan pusat informasi dapat diperbaiki secara bertahap tetapi lebih cepat-sebuah kabar baik bagi wisatawan yang selama ini mengeluhkan infrastruktur yang kurang memadai di kawasan ikonik dunia ini.

Tak kalah penting, transformasi ini dirancang untuk membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Selama ini, kehadiran Taman Nasional Komodo sebagai destinasi wisata dunia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan warga lokal.

Dengan status BLU, pengelola memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi-mulai dari pelatihan pemandu wisata lokal, pengelolaan homestay, hingga kemitraan usaha mikro di bidang kuliner dan kerajinan.

Harapannya, manfaat ekonomi dari pariwisata tidak lagi hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, melainkan juga merambat hingga ke desa-desa sekitar kawasan. Ini sejalan dengan amanat Menteri Kehutanan dan aspirasi masyarakat agar pengelolaan taman nasional ke depan tidak hanya menjaga alam, tetapi juga menyejahterakan rakyat.