LABUANBAJOVOICE.COM – Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah saat ini atas keuangan desa, menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan desa.
Berbagai program yang sebelumnya dapat dilaksanakan dengan dukungan anggaran yang memadai, kini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang tersedia.
Namun, keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan desa harus terhenti. Justru kondisi ini menuntut pemerintah desa, untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari peluang dengan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Kolaborasi pembanguan ini bisa dilakukan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Zakat, Corporate Social Responsibilty (CSR) dan lembaga sosial lainya.
Networking menjadi jembatan untuk memperoleh informasi, dukungan, program, serta sumber daya yang dibutuhkan masyarakat.
Desa juga memiliki banyak potensi yang sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, banyak LSM dan CSR yang memiliki program pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga penguatan kapasitas pemerintahan desa.





Tinggalkan Balasan