Ia menegaskan bahwa Floratama Academy dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara produksi lokal dan kebutuhan industri pariwisata.

Dari perspektif Fatinci, keberhasilan Floratama Academy 2026 sangat bergantung pada konsistensi implementasi kebijakan dan pengawasan standar pangan lokal.

Regulasi tanpa penguatan kapasitas pelaku usaha berisiko tidak efektif, begitu pula sebaliknya.

Karena itu, sinergi antara program inkubasi seperti Floratama Academy dan kebijakan daerah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.**