Tahapan kegiatan dimulai dari pendaftaran dan kurasi pada 20 April hingga 31 Mei 2026, dilanjutkan dengan pelatihan, mentoring, hingga bootcamp.
Pada tahap bootcamp, 30 peserta terbaik akan mendapatkan pendampingan langsung (on farm) oleh tenaga ahli hortikultura guna meningkatkan kualitas produksi dan praktik budidaya berkelanjutan.
Dalam kegiatan yang sama, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kemenko Bidang Pangan; Muhamad Mawardi, menekankan pentingnya kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
“Kita perlu mengurangi ketergantungan pangan dari luar dengan membangun sistem pangan mandiri berbasis potensi lokal. Pasokan dari kebun maupun laut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi destinasi dan daya tarik bagi wisatawan,” kata Mawardi.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyoroti masih tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Ketersediaan bahan pangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, masih menjadi tantangan, di mana ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga masih cukup tinggi,” ujar Andhy.






Tinggalkan Balasan