Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kapolsek Komodo IPDA Adhar dan KBO Sat Intelkam Polres Manggarai Barat AIPTU Lexy T.

Dialog dihadiri sekitar 20 warga adat dan tokoh masyarakat Mbehal, di antaranya Ketua LSM ILMU Donisius Parera, mantan Camat Boleng Bonavantura Abunawan, Aleks Makung, Gabriel Johang, Karolus Ngotom, Rafael Libin, dan Mateus Man.

Di hadapan warga, AKBP Christian Kadang menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak terpancing provokasi yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami hadir di sini untuk meminta seluruh warga Kampung Mbehal dapat menahan diri, mengendalikan emosi, dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri yang dapat memperkeruh situasi,” ujar AKBP Christian di hadapan warga Mbehal,

“Mari kita kedepankan prinsip musyawarah, dialog, serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengketa ini melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ajak Kapolres.

Ia juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan serta menindak setiap pelanggaran hukum.

“Masyarakat harus menjaga ketertiban umum dan jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu liar dari pihak mana pun. Kami tegaskan bahwa Polres Manggarai Barat berkomitmen menindak tegas setiap bentuk aksi anarkis dan pelanggaran hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.