LABUANBAJOVOICE.COM — Upaya penyelundupan satwa liar kembali digagalkan aparat gabungan di wilayah perairan timur Indonesia. Tim Khusus Pangkalan TNI AL Labuan Bajo bersama Polres Manggarai Barat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT), dan Badan Karantina Indonesia BKHIT NTT Satuan Pelayanan Labuan Bajo berhasil mengamankan sekitar 1.000 ekor burung lokal yang hendak dikirim keluar daerah melalui Pelabuhan Pelindo Multipurpose Kelas III Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat, 8 Mei 2026.
Pengungkapan kasus tersebut menjadi sinyal bahwa jalur laut di wilayah Nusa Tenggara Timur masih rentan dimanfaatkan jaringan perdagangan satwa liar ilegal.
Aparat menduga pengiriman burung dilakukan secara terorganisir menggunakan jasa ekspedisi antarpulau menuju wilayah Jawa.
Kasus itu diumumkan langsung oleh Palaksa Lanal Labuan Bajo Mayor Laut (P) Triya Yudha Mukaswara dalam konferensi pers di Markas Komando Lanal Labuan Bajo, Jumat sore.
Dalam konferensi itu, ia didampingi Kasat Polairud Polres Manggarai Barat IPTU Leonardo Marpaung, perwakilan Badan Karantina Indonesia BKHIT NTT Satuan Pelayanan Labuan Bajo drh. Kanda Y. Muhamad, Koordinator Resort BBKSDA NTT Wilayah Labuan Bajo Udin, serta General Manager Pelindo Labuan Bajo Anwar Siregar.






Tinggalkan Balasan