LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi melepas 66 calon jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang akan diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pelepasan dilakukan dalam rangkaian penyelenggaraan ibadah haji yang disebut pemerintah sebagai bagian dari tugas nasional untuk menjamin pelayanan terbaik bagi jamaah sejak tahap persiapan hingga pemulangan.
Ketua Panitia Penyelenggara Calon Jamaah Haji Kabupaten Manggarai Barat 2026, Salvador Pinto, mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini melibatkan koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional yang melibatkan berbagai unsur pemerintah guna memberikan pelayanan terbaik kepada Jamaah Calon Haji, mulai dari tahap persiapan, pembinaan, pelayanan kesehatan, pemberangkatan, hingga pemulangan jamaah,” ujar Pinto yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Manggarai Barat.
Ia menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengisian Kuota Reguler Tahun 1447 H/2026 M, Kabupaten Manggarai Barat awalnya memperoleh kuota sebanyak 99 orang. Jumlah itu terdiri atas 66 jamaah haji reguler dan 33 kuota cadangan.
Namun setelah proses pemeriksaan kesehatan dan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), jumlah jamaah yang dipastikan berangkat sebanyak 59 orang.
Mereka termasuk tiga jamaah mutasi dari luar daerah, yakni dua jamaah dari Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, serta satu jamaah dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
“Sebagian calon jamaah lainnya tidak melakukan pelunasan karena menunda keberangkatan, ada yang wafat dan belum dilakukan pelimpahan, serta ada yang tidak masuk dalam kuota keberangkatan,” katanya.
Manggarai Barat kemudian memperoleh tambahan kuota setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima tambahan 11 kursi haji dari Provinsi DKI Jakarta. Dari tambahan tersebut, empat jamaah berasal dari Manggarai Barat.
Empat calon haji tambahan itu yakni Abdul Aziz Adong dan Kartini Bahali dari Nanga Nae, serta Husen Mappa dan Sofiani Mappa dari Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar.
Mereka sebelumnya berstatus jamaah cadangan yang telah melunasi biaya perjalanan namun belum masuk kuota awal keberangkatan.
Selain tambahan kuota, Kementerian Haji dan Umrah RI juga menerima usulan tiga jamaah penggabungan mahram dari Manggarai Barat. Penggabungan dilakukan agar anggota keluarga inti tidak terpisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dengan tambahan kuota dan penggabungan mahram tersebut, total jamaah yang resmi diberangkatkan tahun ini mencapai 66 orang.
Data panitia menunjukkan mayoritas jamaah berasal dari Kecamatan Komodo sebanyak 53 orang. Selebihnya berasal dari Kecamatan Boleng dua orang, Kecamatan Lembor enam orang, Kecamatan Lembor Selatan satu orang, dan Kecamatan Macang Pacar empat orang.
Dari total jamaah, sebanyak 32 orang merupakan laki-laki dan 34 lainnya perempuan. Tercatat pula 20 pasangan suami istri yang berangkat bersama menunaikan rukun Islam kelima.
Rentang usia jamaah tahun ini cukup lebar, mulai dari 24 tahun hingga 91 tahun. Jamaah termuda tercatat atas nama Abdul Aziz Rajudin asal Pulau Papagarang yang menggantikan nomor porsi almarhumah ibundanya.
Sementara jamaah tertua adalah Maemuna Salasa Salmana, 91 tahun, juga berasal dari Pulau Papagarang dan masuk kategori prioritas lanjut usia.
“Ini menunjukkan semangat masyarakat Manggarai Barat untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi, termasuk dari wilayah kepulauan,” kata Salvador.
Jamaah haji Manggarai Barat tergabung dalam Kloter 81 Embarkasi Surabaya bersama jamaah asal Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, serta Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Rangkaian keberangkatan dimulai dari Labuan Bajo menuju Surabaya pada 10 Mei 2026 menggunakan pesawat Batik Air dengan transit di Denpasar. Jamaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 11 Mei 2026 pukul 21.00 WIB.
Selanjutnya, para jamaah akan diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada 12 Mei 2026 pukul 23.15 WIB menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5285.
Sementara jadwal pemulangan dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah menuju Surabaya dan tiba di Labuan Bajo pada 24 Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memastikan dukungan pembiayaan transportasi lokal saat pemberangkatan maupun penjemputan jamaah ditanggung melalui APBD Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2026.
Pinto mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan doa bagi para jamaah agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Semoga seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan kembali ke daerah sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.
Penyelenggaraan haji tahun ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah terkait kesiapan layanan kesehatan, pembinaan manasik, hingga pendampingan jamaah lanjut usia.
Dengan dominasi jamaah dari wilayah pesisir dan kepulauan, aspek transportasi serta koordinasi lintas sektor menjadi tantangan tersendiri.**






Tinggalkan Balasan