LABUANBAJOVOICE.COM — Kepala Kantor PT Pelni Cabang Labuan Bajo, Fanny Puspita, mengungkapkan adanya lonjakan penumpang selama periode arus mudik Lebaran 2026 seiring kebijakan stimulus tarif tiket kapal laut sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat antarpulau selama momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami ada stimulus tidak hanya di Labuan Bajo, tapi di seluruh kota di Indonesia. Pemerintah memberikan potongan 30 persen untuk semua rute, khusus kelas ekonomi selama masa Lebaran ini,” ujar Fanny saat kegiatan buka puasa bersama, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang di Labuan Bajo.
“Untuk Labuan Bajo sendiri, peningkatannya mencapai 30 hingga 40 persen, baik penumpang yang turun maupun yang berangkat ke tujuan lain,” katanya.
Selain stimulus tarif, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah juga turut memengaruhi tren perjalanan.
Menurut Fanny, sempat terjadi perlambatan pembelian tiket sebelum kebijakan WFA diputuskan. Namun setelah diberlakukan, permintaan tiket kembali meningkat.
“Sejak kebijakan WFA diputuskan, langsung terlihat lonjakan pembelian tiket. Sebelumnya sempat terhenti karena menunggu kepastian,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui segmen mahasiswa mengalami sedikit penurunan perjalanan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor.
“Harapannya, dengan potongan 30 persen ini bisa meringankan biaya transportasi sehingga dana bisa dialihkan untuk kebutuhan Lebaran lainnya,” kata Fanny.
Dalam waktu dekat, Pelni menjadwalkan sejumlah kapal untuk melayani rute menuju dan dari Labuan Bajo. Pada Rabu, 18 Maret 2026, kapal KM Tilong Kabila dijadwalkan melayani rute Lembar–Bima–Labuan Bajo. Disusul kapal KM Wilis yang akan tiba pada 21 Maret pukul 05.00 WITA.
“KM Tilong Kabila membawa sekitar 600 penumpang turun, sementara yang naik sekitar 500 orang dalam sepekan terakhir. Puncak arus diperkirakan terjadi pada 18 Maret,” ujar Fanny.
Saat ini, terdapat tiga kapal yang aktif beroperasi di Labuan Bajo, yakni KM Tilong Kabila, KM Binaiya, dan KM Wilis. Sementara satu kapal lainnya, KM Leuser, dialihkan untuk melayani rute Jawa–Kalimantan.
Fanny menjelaskan, pihaknya tidak mengurangi layanan, melainkan melakukan penyesuaian frekuensi pelayaran untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Pelni juga menerapkan kebijakan dispensasi penumpang dari Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini memungkinkan penambahan kapasitas angkut di luar kuota normal, dengan tetap mengikuti aturan keselamatan.
“Kami dibantu dengan kebijakan dispensasi penumpang. Selama masih sesuai aturan, kami tetap melayani penjualan tiket hingga kapal berangkat,” kata Fanny.
Terkait operasional saat Hari Raya Idul Fitri, Pelni juga menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal. “Kru juga membutuhkan waktu untuk melaksanakan salat Idul Fitri, jadi pelayanan akan dilanjutkan setelah itu,” ujarnya.**






Tinggalkan Balasan