Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Saya tidak bisa berdiri sendiri. Setiap keputusan adat akan selalu dimusyawarahkan bersama masyarakat. Itulah prinsip yang akan saya pegang dalam menjalankan amanah ini,” katanya.
Safarudin menegaskan komitmennya membangun sinergi dengan Pemerintah Desa Gorontalo dan Fungsionaris Adat Nggorang dalam menjaga tatanan adat.
Sebagai bagian dari 15 kampung adat di bawah Ulayat Nggorang, ia bertekad menjaga persatuan masyarakat, melestarikan tradisi, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh unsur adat demi kepentingan masyarakat Kampung Gorontalo.
Prosesi pengukuhan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai pengesahan adat, dilanjutkan ritus syukuran kepada leluhur dan makan bersama warga.
Acara tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Tua Golo dari sejumlah kampung, di antaranya Tua Golo Wae Mata, Tua Golo Sernaru, perwakilan Adat Nggorang, serta unsur Pemerintah Desa Gorontalo.**





Tinggalkan Balasan