LABUANBAJOVOICE.COM – Sebanyak sembilan desa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga akhir Juni 2026 masih belum menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).

Kondisi geografis yang sulit, akses jalan yang terbatas, hingga kawasan hutan lindung menjadi tantangan utama dalam percepatan elektrifikasi di wilayah tersebut.

Manager PT PLN (Persero) ULP Labuan Bajo, Virtus Gita Anggara, Kamis (2/7/2026), menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa di Manggarai Barat telah menikmati listrik pada 2029 melalui program peningkatan rasio desa berlistrik yang dikoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Hingga akhir Juni 2026, masih terdapat sembilan desa di Manggarai Barat yang belum menikmati listrik. Jumlah dusun dan kampung bisa lebih dari itu. Satu desa di Lembor Selatan, yakni Repi, dan satu kampung di Kecamatan Macang Pacar, yaitu Jimbor, bulan ini sedang dalam proses penyambungan. Sementara satu desa lainnya di Macang Pacar, yakni Bari, masih dalam tahap pembangunan jaringan kelistrikan,” kata Virtus.