Menurut Virtus, tantangan utama elektrifikasi di Manggarai Barat berasal dari kondisi geografis wilayah yang cukup berat dan beragam.
“Faktor geografis menjadi penyebab utama keterjangkauan listrik di beberapa daerah. Akses jalan darat masih rusak untuk dilalui kendaraan survei, apalagi untuk mengangkut material pembangunan jaringan. Ada wilayah yang melewati kawasan hutan lindung maupun konservasi, dan ada pula desa yang hanya bisa dijangkau menggunakan transportasi laut,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM tetap menargetkan rasio desa berlistrik di Manggarai Barat mencapai 100 persen pada tahun 2029.
“Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan Rasio Desa Berlistrik di Manggarai Barat mencapai 100 persen pada tahun 2029,” katanya.
PLN juga menyiapkan alternatif energi bagi wilayah yang sangat sulit dijangkau jaringan konvensional, salah satunya melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya.
“Ada program listrik tenaga surya untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau jaringan PLN,” ungkap Virtus.





Tinggalkan Balasan