Fian kemudian meminta agar pimpinan perusahaan yang mengeluarkan larangan itu dihadirkan untuk memberikan penjelasan secara langsung.
“Saya juga sudah minta tolong, mana bosnya yang larang itu, suruh ke sini.” kata Fian.
“Bosnya endak ada, diwakilkan ke saya,” balas pria tersebut.
Fian kembali mencoba menjelaskan bahwa terdapat ketentuan hukum yang mengatur kawasan sempadan pantai.
“Iya, karena Bapak yang wakilkan, saya jelaskan undang-undangnya mengatakan…” kata Fian.
Namun, penjaga lahan kembali menolak pembahasan mengenai regulasi tersebut.
“Jangan undang-undang! Ini perusahaan, jangan putar-putar undang-undang!” bentaknya.
Mendengar pernyataan tersebut, Fian mempertanyakan apakah status perusahaan dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.
“Berarti kalau perusahaan, harus kalah itu undang-undang? Begitu maksudnya?” tegas Fian.
“Kan sampeyan duduk di pasirnya ini!” kilah penjaga lahan tersebut sambil memotong pembicaraan.
Perdebatan akhirnya tidak menghasilkan penjelasan lebih lanjut. Hendro memilih membalikkan badan dan meninggalkan lokasi setelah beberapa kali terlibat adu argumen dengan Fian dan rekannya.





Tinggalkan Balasan