“Koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan agar proses pekerjaan maupun aktivitas pelayanan kapal dapat berjalan berdampingan secara optimal,” ujar Fanny.
Koordinasi intensif antara PELNI, KSOP Kelas III Labuan Bajo, dan sejumlah pemangku kepentingan terus dilakukan selama proses pekerjaan berlangsung.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan aktivitas pelabuhan tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu mobilitas penumpang maupun distribusi logistik laut.
Di tengah meningkatnya arus wisatawan dan kebutuhan transportasi laut di Labuan Bajo, keberlanjutan operasional pelabuhan menjadi perhatian utama.
Perbaikan fasilitas dermaga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan kapal sekaligus memperkuat kualitas layanan publik di kawasan strategis pariwisata nasional tersebut.
PELNI juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar selalu memperhatikan informasi resmi terkait jadwal keberangkatan kapal dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama pekerjaan berlangsung.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi laut yang andal, aman, dan mendukung pengembangan konektivitas antardaerah serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional, khususnya di Labuan Bajo.**






Tinggalkan Balasan