Menurut dia, ruang hijau kini menjadi bagian penting dari infrastruktur ekologis yang mampu membantu peningkatan kualitas udara, pengendalian suhu kawasan, serta memperkuat ketahanan destinasi terhadap dampak perubahan iklim.
Selain itu, pengembangan wisata berbasis alam seperti aktivitas luar ruang, wellness tourism, hingga rekreasi kawasan pesisir dinilai mampu memperkuat hubungan manusia dengan alam sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas.
“Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen ITDC dalam menjaga keberlanjutan destinasi dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dalam jangka panjang.” katanya.
Di kawasan The Nusa Dua, ITDC saat ini mengelola RTH seluas sekitar 97 hektare atau setara 27 persen dari total kawasan seluas 359,7 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 43 hektare telah ditanami lebih dari 5.700 pohon yang terdiri dari 138 jenis vegetasi, termasuk 32 jenis tanaman lokal dan endemik.
Keberadaan kawasan hijau itu tidak hanya memperkuat biodiversitas, tetapi juga menjaga karakter lanskap, mengendalikan suhu mikro, meningkatkan kualitas udara, serta menyediakan ruang publik yang nyaman dan inklusif bagi wisatawan maupun masyarakat.






Tinggalkan Balasan