Bantuan itu meliputi gong, gendang, serta perlengkapan permainan Caci seperti larik (cambuk), nggiling (perisai), dan agang (penangkis). Peralatan ini menjadi elemen penting dalam tradisi Caci yang sarat nilai keberanian, sportivitas, dan kehormatan.

Dalam keterangannya, Endi menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga identitas budaya masyarakat Manggarai di luar wilayah asal.

“Keberadaan peralatan kesenian ini tentu merupakan salah satu bentuk dukungan kepada keluarga besar dari 3 Manggarai yang ada di Kabupaten Sikka dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk terus menjadi penjaga identitas budaya Manggarai di tanah rantau,” kata Endi, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga pemerintah sebagai bagian dari pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Kehadiran alat kesenian ini tentu juga agar kesenian daerah tetap lestari, hidup dan berkembang di Kabupaten Sikka,” ujarnya.