Ia menegaskan pihak sekolah dan PGRI terbuka terhadap berbagai program edukasi demokrasi yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan, termasuk penguatan pemahaman kepemiluan dan pendidikan politik yang sehat.

Kolaborasi antara Bawaslu, PGRI, dan sekolah dinilai menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan demokrasi di masa depan.

Selain meningkatkan partisipasi politik yang sehat, pendidikan demokrasi juga dipandang penting untuk membangun budaya kritis, toleran, dan adaptif di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.

Kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi lahirnya generasi pemilih muda Manggarai Barat yang sadar demokrasi, aktif berpartisipasi, serta mampu menjaga kualitas demokrasi daerah secara berkelanjutan.**