“Di era digital seperti sekarang, pendidikan demokrasi menjadi sangat urgent agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan dan tetap mampu berpikir kritis dalam menentukan pilihan politik,” tambahnya.

Selain itu, Maria juga menyoroti pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu.

Menurut dia, penguatan pemahaman terkait netralitas ASN harus terus dilakukan agar kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Barat sekaligus Kepala SMAN 2 Komodo, Kornelis Joni, menyatakan dukungannya terhadap program pendidikan demokrasi yang digagas Bawaslu.

Menurut Kornelis, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kesadaran kewarganegaraan bagi generasi muda.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah positif untuk meningkatkan wawasan demokrasi bagi para siswa. Pendidikan demokrasi penting agar generasi muda memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara,” ujar Kornelis.