“Tujuan dari konsolidasi demokrasi ini adalah menjajaki kerja sama dengan PGRI dan SMAN 2 Komodo untuk membangun karakteristik pemilih sekaligus mendorong pengetahuan kepemiluan bagi generasi Z. Saat ini pemilih kategori Generasi Z mendominasi jumlah pemilih di Manggarai Barat, sehingga pendidikan demokrasi sejak dini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Pilkada terakhir, jumlah pemilih Generasi Z telah mencapai lebih dari 33 persen. Angka tersebut bahkan meningkat hingga sekitar 37 persen pada triwulan pertama 2026 melalui pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Namun, tingginya jumlah pemilih muda itu dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman demokrasi dan literasi kepemiluan yang memadai.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya penyebaran konten manipulatif di media sosial.
Maria menilai generasi muda saat ini menghadapi tekanan baru dalam ruang digital, mulai dari algoritma media sosial, hoaks politik, hingga teknologi deepfake yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dan pilihan politik pemilih pemula.






Tinggalkan Balasan