“Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa perlindungan risiko dalam setiap aktivitas pariwisata dapat terbangun secara terintegrasi melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Haris.

FGD yang dimoderatori oleh Fadjar Hutomo ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara PT Jasaraharja Putera dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

FGD ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun sistem pariwisata yang lebih tangguh di Labuan Bajo, dengan fokus pada integrasi pengelolaan risiko, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan perlindungan wisatawan.

Dengan langkah ini, Labuan Bajo ditargetkan tidak hanya unggul dari sisi daya tarik alam, tetapi juga menjadi model destinasi yang aman, profesional, dan berkelanjutan di tingkat global.**