Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenim NTT, Saroha Manullang, mengatakan konsep pembangunan kantor tetap mempertahankan nilai sejarah bangunan lama yang selama ini menjadi bagian dari memori masyarakat Bajawa.
“Pembangunan kantor tetap akan mempertahankan nilai historis bangunan lama,” ujar Saroha.
Menurut dia, bagian depan bangunan eks Rutan Bajawa akan dipertahankan sebagai identitas sejarah, sedangkan bagian belakang akan direnovasi menjadi gedung pelayanan keimigrasian yang lebih modern dan representatif.
Langkah tersebut dinilai menjadi pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga menjaga warisan bangunan lama agar tetap memiliki nilai budaya dan sejarah bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan dan pembentukan Kantor Imigrasi Bajawa.
“Kehadiran kantor imigrasi di Bajawa nantinya akan semakin mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat dan mendukung perkembangan sektor pariwisata di wilayah Flores bagian tengah,” ujarnya.






Tinggalkan Balasan