Sementara itu, Cicin menyoroti gesekan yang sering kali terjadi di dalam rumah tangga akibat aktivitas bermain game.

“Pak, mengapa kecanduan game ini sering sekali memicu pertengkaran atau konflik, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan pertemanan?” tanya Cicin.

Aiptu Teguh menjelaskan bahwa akar dari masalah tersebut adalah adanya benturan prioritas hidup.

“Konflik muncul ketika prioritas utama kita sebagai anak dan pelajar bergeser. Saat adik-adik mulai mengabaikan nasihat orang tua, melalaikan tugas sekolah, atau bahkan berbohong untuk meminta uang demi membeli item game, di situlah kemarahan keluarga muncul. Di lingkungan pertemanan pun sama, emosi tidak stabil akibat kalah dalam permainan sering kali diluapkan kepada orang lain, yang akhirnya merusak keharmonisan hubungan,” terangnya panjang lebar.

Apresiasi Pihak Sekolah dan Harapan Harkamtibmas

Inisiatif “jemput bola” yang dilakukan oleh jajaran Polres Manggarai Barat ini mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Kepala SMKN 3 Komodo bersama jajaran dewan guru menyambut baik materi yang dibawakan secara persuasif dan mendalam tersebut.