“Bermain game itu boleh sebagai sarana hiburan, tetapi jika sudah tidak terkontrol, dampaknya sangat mengerikan. Secara fisik, radiasi layar bisa merusak mata, memicu nyeri sendi akibat posisi duduk yang salah, hingga risiko obesitas karena kurang bergerak,” papar Aiptu Teguh.
Tak hanya itu, kepolisian juga menyoroti ancaman kesehatan mental yang nyata, seperti stres, kecemasan berlebih, hingga perubahan perilaku menjadi lebih agresif saat gawai mereka disita.
“Ketergantungan ini dinilai menjadi pemicu utama merosotnya prestasi akademik, isolasi diri dari lingkungan nyata, hingga pembobolan saku orang tua demi membeli fitur berbayar di dalam permainan (in-app purchases),” tuturnya.
Sesi Tanya Jawab Interaktif yang Hangat
Suasana sosialisasi semakin hidup saat memasuki sesi diskusi kelompok. Para siswa memanfaatkan momentum ini untuk berkonsultasi langsung mengenai fenomena kecanduan digital yang kerap mereka saksikan atau alami di lingkungan sekitar.
Lastri, salah satu siswi baru, mengajukan pertanyaan kritis mengenai dampak kecanduan game terhadap interaksi sosial seseorang.





Tinggalkan Balasan