LABUANBAJOVOICE.COM – Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran 2026 menjadi indikator kuat pemulihan sektor pariwisata nasional. InJourney Destination Management mencatat ratusan ribu wisatawan memadati destinasi unggulan yang dikelolanya sepanjang periode 20–29 Maret 2026.

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) memastikan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berdampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan di berbagai destinasi.

Melalui pengelolaan InJourney Destination Management, perusahaan menghadirkan beragam atraksi budaya dan hiburan yang berhasil menarik minat masyarakat.

Selama periode 20–29 Maret 2026, IDM mencatat total 326.676 pengunjung di berbagai destinasi wisata.

Rinciannya yaitu Candi Borobudur mencapai 69.742 pengunjung, Candi Prambanan mencapai 130.083 pengunjung, Teater Pentas mencapai 3.797 pengunjung, Ratu Boko mencapai 6.189 pengunjung, dan Taman Mini Indonesia Indah mencapai 116.865 pengunjung.

Candi Prambanan menjadi destinasi paling ramai, disusul TMII dan Borobudur, menunjukkan preferensi wisata keluarga terhadap lokasi yang menawarkan kombinasi budaya dan hiburan.

Program tematik seperti Pasar Medang dan “Pelangi di Mars” menjadi magnet utama kunjungan. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama destinasi, tetapi juga terlibat dalam aktivitas interaktif seperti lokakarya kreatif, pertunjukan seni, hingga wisata kuliner UMKM.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil integrasi layanan yang menyeluruh.

“Momentum libur Lebaran merupakan fase dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga kami mengoptimalkan kesiapan operasional, koordinasi lintas stakeholders, dan optimalisasi pelayanan,” ujar Maya, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, pendekatan tersebut tidak hanya fokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisata.

“Melalui penguatan customer experience serta integrasi layanan di seluruh ekosistem, kami memastikan masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanan dan liburan secara seamless dan berkesan,” katanya.

Lonjakan kunjungan ini memperlihatkan bahwa destinasi berbasis budaya dan experiential tourism semakin diminati. Selain meningkatkan jumlah wisatawan, aktivitas tersebut juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.

Secara paralel, kinerja sektor lain dalam ekosistem InJourney turut menguat. Bandara di bawah InJourney Airports mencatat lebih dari 8,8 juta penumpang selama periode Lebaran, sementara tingkat hunian hotel di bawah InJourney Hospitality meningkat 9 persen.

Hal ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara kelancaran transportasi, konektivitas destinasi, dan peningkatan kunjungan wisata.

Ke depan, InJourney menilai tren wisata akan semakin mengarah pada pengalaman yang terintegrasi, tidak hanya destinasi semata.

“Kami memandang capaian ini sebagai refleksi kuatnya sinergi dalam ekosistem aviasi dan pariwisata, yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Maya.

Penguatan konsep event-based tourism dan integrasi layanan lintas sektor diproyeksikan menjadi strategi utama dalam menjaga pertumbuhan kunjungan wisata nasional ke depan.**