LABUANBAJOVOICE.COM — Penolakan terhadap pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) I Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bermunculan. Kali ini datang dari alumni senior PMII NTT, Sri Chatun, yang menilai pelaksanaan forum organisasi tersebut cacat prosedural dan tidak mencerminkan semangat konsolidasi kader.
Konferwil I IKA PMII NTT digelar di Hotel Neo Aston Kupang pada Minggu, 24 Mei 2026. Namun pelaksanaannya menuai protes dari sejumlah alumni dan pengurus cabang karena dianggap tidak dilakukan secara terbuka serta minim koordinasi dengan struktur organisasi di daerah.
Sri yang juga disebut sebagai bagian dari pendiri PMII di Kota Kupang menyampaikan kekecewaannya terhadap mekanisme pelaksanaan Konferwil yang dinilai tidak melibatkan seluruh unsur alumni PMII di wilayah NTT.
“Menyikapi pelaksanaan Konferensi Wilayah (konferwil) 1 Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) NTT yang dilaksanakan hari ini, saya sebagai alumni Pergerakan Mahasiswa PMII, sekaligus termasuk bagian dari pendiri PMII di Kota Kupang, menyayangkan pelaksanaan hari ini karena bagi saya, pelaksanaan konferwil ini cacat prosedural. Dan saya menyatakan sikap menolak pelaksanaan konferwil 1,” ujar Sri dalam pernyataan tertulisnya, Minggu.






Tinggalkan Balasan