LABUANBAJOVOICE.COM – Kinerja kunjungan wisata di kawasan strategis nasional selama libur Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. ITDC mencatat lonjakan kunjungan signifikan, terutama di kawasan unggulan The Nusa Dua.

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) memastikan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di berbagai destinasi unggulan.

Salah satu indikatornya terlihat dari kinerja ITDC yang mencatat kunjungan wisatawan positif selama periode 13–27 Maret 2026.

Pada periode tersebut, kawasan The Nusa Dua mencatat 133.127 kunjungan wisatawan, menjadikannya destinasi dengan trafik tertinggi di bawah pengelolaan ITDC.

Sementara itu, The Mandalika mencatat 3.306 kunjungan wisatawan, dan The Golo Mori membukukan 907 kunjungan wisatawan.

Capaian ini menunjukkan bahwa kawasan pariwisata terintegrasi tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik selama libur panjang.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa kelancaran angkutan Lebaran menjadi faktor kunci meningkatnya kunjungan wisata.

“Momentum libur Lebaran merupakan fase dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga kami mengoptimalkan kesiapan operasional, koordinasi lintas stakeholders, dan optimalisasi pelayanan,” ujar Maya, Kamis (2/4/2026).

Ia menekankan bahwa strategi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan trafik, tetapi juga pada pengalaman perjalanan wisatawan.

“Melalui penguatan customer experience serta integrasi layanan di seluruh ekosistem, kami memastikan masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanan dan liburan dengan lebih seamless dan berkesan,” katanya.

Lonjakan kunjungan di kawasan ITDC memperlihatkan tren meningkatnya minat wisata berbasis kawasan terintegrasi yang menawarkan fasilitas lengkap, mulai dari akomodasi, hiburan, hingga event internasional.

The Nusa Dua, misalnya, dikenal sebagai destinasi premium dengan infrastruktur pariwisata matang, sementara The Mandalika terus berkembang sebagai kawasan sport tourism, dan The Golo Mori mulai menarik minat wisatawan sebagai destinasi eksklusif berbasis alam.

Kinerja ini juga didukung oleh sektor aviasi. Bandara yang dikelola InJourney Airports mencatat 8,8 juta penumpang selama periode Lebaran, memastikan konektivitas menuju destinasi wisata tetap terjaga.

Ke depan, InJourney menilai pengembangan kawasan wisata terintegrasi akan menjadi strategi utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional.

“Kami memandang capaian ini sebagai refleksi kuatnya sinergi dalam ekosistem aviasi dan pariwisata, yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Maya.

Dengan tren ini, kawasan seperti Nusa Dua, Mandalika, dan Golo Mori diproyeksikan akan terus berkembang sebagai motor pertumbuhan pariwisata Indonesia.**