Adapun pohon yang ditanam terdiri atas Mangga Miyazaki, Mangga Nam Dok Mai, Mangga Agrimania, Mangga Kiojay, Jambu Black Diamond, Alpukat Aligator Jumbo, dan Sawo Jumbo Thailand.
Berbagai tanaman produktif tersebut diharapkan menjadi fondasi pembangunan lanskap yang memiliki nilai ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemilihan kawasan Parapuar sebagai lokasi penyelenggaraan Sunset Dialogue dinilai memiliki nilai strategis. BPOLBF mengembangkan kawasan ini dengan konsep Ethno-Eco-Edu-Culture-Nature Conservation, yakni menggabungkan pelestarian alam, penguatan budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan wisata.
Melalui konsep food forest, Parapuar diarahkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang konservasi, pusat edukasi, sumber pangan lokal, dan penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sekretaris Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dirhansyah Conbul, menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.





Tinggalkan Balasan