LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 yang berlangsung khidmat, aman, dan penuh semangat toleransi di wilayah tersebut.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa keberhasilan perayaan Idulfitri tahun ini tidak terlepas dari sinergitas kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan perayaan Idul Fitri tahun ini menunjukkan komitmen seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan ketenangan. Saya mengapresiasi tinggi atas peran aktif masyarakat dalam mendukung kelancaran perayaan ini,” ujar Bupati Edistasius Endi, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, stabilitas keamanan selama Idul Fitri menjadi indikator penting keberhasilan kolaborasi lintas sektor, terutama dukungan profesional dari aparat TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban umum.

“Dukungan TNI/Polri yang profesional telah menciptakan suasana yang aman dan tentram selama Idul Fitri. Kerja sama ini membuktikan bahwa dengan sinergi semua pihak, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera,” tambah Bupati Endi.

Momentum Idul Fitri tahun ini juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata di Manggarai Barat. Aktivitas wisata mengalami peningkatan signifikan, terutama kunjungan ke Taman Nasional Komodo yang menjadi destinasi unggulan.

Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, sehari setelah Idul Fitri 2026 tercatat sebanyak 139 kapal wisata berlayar dengan total penumpang naik mencapai 1.523 orang dan penumpang turun sebanyak 1.642 orang.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya daya tarik pariwisata daerah sekaligus kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi.

Di sisi lain, masyarakat lokal turut memanfaatkan momen libur Idul Fitri untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan keluarga, sosial, dan keagamaan.

Kondisi lalu lintas serta keamanan di pusat-pusat keramaian dan destinasi wisata tetap terjaga berkat koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengingatkan bahwa momentum kebersamaan lintas umat beragama harus terus dijaga, terutama menjelang perayaan Hari Raya Paskah.

“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, baik aparatur pemerintah, TNI/Polri, maupun masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong dan toleransi dalam menyambut perayaan Paskah,” ujar Wabup Weng.

“Dengan solid dan bersama-sama, kita dapat memastikan Paskah tahun ini berlangsung dengan aman, harmonis, dan bermakna bagi seluruh umat kristiani di Kabupaten Manggarai Barat,” tambah Weng.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan kembali melaksanakan program Jumat Hening (Silentium Magnum) pada Jumat, 3 April 2026.

Program ini bertepatan dengan peringatan Jumat Agung bagi umat Kristiani dan pelaksanaan Shalat Jumat bagi umat Muslim, sehingga akan diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan, ketenangan, dan kekhusyukan umat beragama dalam menjalankan ibadah masing-masing.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan program baik ini demi terwujudnya perayaan yang bermakna, harmonis, dan aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat,” pungkas Weng.

Keberhasilan penyelenggaraan Idul Fitri 2026 menjadi refleksi kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di Manggarai Barat.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial dalam setiap momentum keagamaan.

Dengan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat, Manggarai Barat terus meneguhkan diri sebagai daerah yang aman, damai, serta ramah bagi seluruh warga dan wisatawan.**