LABUANBAJOVOICE.COM — Pertandingan eksibisi penuh gengsi dan nuansa kebersamaan tersaji dalam rangkaian turnamen penggalangan dana pembangunan Gereja Paroki Santo Yosep Reweng, Keuskupan Labuan Bajo di Lembor Selatan.

Tim Singa Tua FC sukses menundukkan Tim Panitia Penyelenggara dengan skor tipis 3-2, Minggu (5/4/2026), dalam laga yang berlangsung sebelum partai final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif. Singa Tua FC langsung menunjukkan efektivitas serangan yang membuahkan hasil pada menit ke-17.

Richard T. Sontani membuka keunggulan melalui tendangan akurat yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang lawan.

Keunggulan tersebut bertambah pada menit ke-23 lewat aksi Christo Mario Y. Pranda atau yang akrab disapa Mario Pranda.

Gol tersebut memperlebar jarak menjadi 2-0 sekaligus mempertegas dominasi Singa Tua FC di babak pertama.

Richard kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-27. Melalui skema serangan yang terorganisir, ia mencetak gol keduanya dan membawa Singa Tua FC unggul meyakinkan 3-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Tim Panitia Penyelenggara bangkit dan memberikan tekanan.

Dua gol balasan berhasil dicetak, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Singa Tua FC mampu menjaga keunggulan.

Sosok Mario Pranda dan Richard Sontani menjadi kunci kemenangan sekaligus magnet utama dalam laga ini.

Kehadiran dua politisi muda Manggarai Barat tersebut memberi warna tersendiri bagi pertandingan eksibisi yang sarat makna sosial.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi bagian dari komitmen kami mendukung pembangunan Gereja Paroki Reweng. Sepak bola menjadi medium untuk mempererat solidaritas,” ujar Mario Pranda dalam keterangannya kepada media.

Senada, Richard Sontani menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi bisa dilakukan dari berbagai cara, termasuk melalui olahraga yang menyatukan,” katanya.

Pertandingan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara olahraga, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat Manggarai Barat.

Antusiasme penonton yang memadati lapangan turut menambah semarak kegiatan amal tersebut.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus digelar sebagai bagian dari strategi kreatif penggalangan dana sekaligus membangun kohesi sosial di tengah masyarakat.**