Sejak tahun 2024, BPOLBF juga telah memperkuat fondasi pengembangan wisata religi melalui penyusunan Travel Pattern Wisata Religi Katolik Pulau Flores, penguatan narasi destinasi, promosi digital, penyelenggaraan forum bisnis, hingga membangun kolaborasi bersama keuskupan, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas.

Berbeda dengan wisata religi yang umumnya hanya berfokus pada kunjungan ke satu lokasi, Camino Flores dirancang sebagai perjalanan spiritual lintas kabupaten yang menghubungkan berbagai situs religi dan jejak sejarah misionaris di Pulau Flores.

Dalam perjalanan tersebut, peziarah tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga diajak mengenal budaya lokal, menikmati kuliner khas, mendukung pelaku UMKM, mengunjungi destinasi alam, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sejumlah titik sepanjang rute.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menegaskan bahwa Camino Flores bukan sekadar menghadirkan jalur peziarahan, melainkan membangun ekosistem pariwisata berbasis spiritualitas, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.