“Pulau Flores memiliki modal yang sangat kuat untuk menghadirkan Camino Flores sebagai ikon wisata religi Katolik Indonesia,” kata Andy, Kamis (6/8/2026).

“Kita memiliki situs-situs religi yang tersebar dari barat hingga timur Flores, tradisi iman Katolik yang hidup, budaya lokal yang autentik, serta bentang alam yang menawarkan pengalaman perjalanan yang reflektif. Seluruh potensi tersebut merupakan fondasi yang sangat relevan untuk dikembangkan menjadi sebuah pilgrimage trail berkelas dunia,” tambahnya.

Andy menjelaskan, pengembangan Camino Flores berpeluang mulai dilaksanakan pada tahun ini.

“Camino Flores ini tidak dimaksudkan untuk meniru Camino de Santiago, namun gagasan filosofis dari perjalanan spiritual ini dapat kita adaptasi menyesuaikan dengan karakter, budaya, sejarah, dan identitas Pulau Flores,” jelasnya.

BPOLBF saat ini tengah merancang Camino Flores dalam tiga etape utama.
Etape Barat melintasi wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Etape Tengah mencakup Bajawa, Nagekeo, dan Ende. Sementara Etape Timur menghubungkan wilayah Maumere hingga Flores Timur.