“Kami sendiri saat ini sedang merancang penyelenggaraan Camino de Flores pada tiga Etape, yaitu Etape Barat yang terdiri dari sepanjang Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Lalu Etape Tengah dimulai dari Bajawa, Nagekeo, dan Ende, serta Etape Timur yang terdiri dari rangkaian wilayah Maumere dan Flores Timur.” ujarnya.
“Total jarak tempuh pada masing-masing Etape adalah sepanjang 70 km, yang kami harapkan dapat mendukung penyelenggaraan Camino Flores yang kedepannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peziarah,” jelas Andy.
Pengembangan Camino Flores sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan destinasi, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan menghubungkan situs-situs religi, budaya, dan alam dalam satu jalur perjalanan spiritual, Camino Flores diharapkan menjadi produk wisata unggulan baru Indonesia yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat identitas Pulau Flores sebagai destinasi wisata spiritual yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.**





Tinggalkan Balasan