Menurut Eufrasia Jeramat, dosen yang tengah menempuh studi Doktor (S3) Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang, lema ulas/berit adalah contoh nyata pentingnya bioprospeksi tanaman obat lokal.

Bioprospeksi dimaknai sebagai upaya menggali potensi hayati tanaman—dalam hal ini untuk batuk dan luka—dengan cara yang adil dan bertanggung jawab.

Artinya, setiap upaya pengembangan produk berbasis lema ulas/berit harus diiringi pengakuan terhadap pengetahuan lokal, pelibatan masyarakat, serta pembagian manfaat yang berpihak pada komunitas masyarakat sebagai pemilik tradisi pemanfaatan tanaman ini.

Sebagai bagian dari komitmen akademiknya, Eufrasia merencanakan penelitian etnobotani yang secara khusus akan mendokumentasikan bagaimana masyarakat Manggarai mengenal, mengolah, dan menggunakan lema ulas/berit sebagai obat batuk dan luka.

Penelitian ini diharapkan mampu merangkum pengetahuan lokal, variasi cara penggunaan, serta nilai budaya dan upaya konservasi yang menyertainya, sekaligus menjadi dasar untuk pengembangan produk herbal yang berkelanjutan dan model bioprospeksi yang adil.